Beranda > Berkedok agama > Berkedok agama

Berkedok agama


Orang suci tak ada lagi
Kalau pun ada tak lagi diperduli
Ulama dan pendeta menjadi gila
Rahib dan resi kehilangan jati diri

Para pemuka agama berlagak paling Suci
Padahal hatinya busuk penuh iri dengki
Berkedok agama memperkaya diri
Menebar fitnah kesana kemari

By: Sisableng

  1. antho
    15 Januari 2010 pukul 16:27

    mempelajari agama itu laksana orang buta menilai bentuk seekor gajah semua tergantung terhadap apa yang di pegang dan rasakan, jika orang buta tersebut memegang buntut maka itulah yang akan dia anggap sebagai bentuk dari seekor gajah, demikian juga pemahaman tentang agama, hal paling dasar dari agama adalah ber-Tuhan, namun untuk mencapai tingkat ber-Tuhan semua harus dapat bersaksi terhadap diri, diri di dalam diri dan diri di atas diri, hakikkat manusia sesungguhnya tanpa identitas, tanpa nilai, tanpa pendapat, tanpa asumsi, Dia hidup dan memiliki gerak sendiri didalam diri. Pengkajian diri memang tidak lepas dsari sosok fenomenal yaitu Muhammad, siapakah Muhammad?, dalam bentuk jasad dia adalah seorang nabi tapi secara hakiki dia adalah pancaran nur, Nur Kebaikan dan Nur Kebenaran. Sosok Nur ini menjelma menjadi sebuah pribadi yang baik dan benar, baik akhlak dan benar akidah.Pribadi inilah yang sempurna karena senantiasa mewujudkkan Dzat, Sifat,Asma dan Af’al-Nya. Inilah satu-satunya pribadi yang dicintai,dikasihi dan disanyangi oleh-Nya, tidak ada satu pun di alam semesta ini termauk manusia yang mendapat cintai,kasihi dan sanyang dari-Nya, kecuali meraka yang menanamkan pribadi Muhammad di dalam dirinya. Itulan Pangeran Sajati yang hakikatnya adalah Pengeran ning Mulyo,Pangeran Sajati iku sajati ning Hurip, sajati ning Hirup, Hurip Hirup iku kersa ning Pangeran Mulyo (Allah SWT, Sang Hyang Tunggal atau apapun sebutan kebaikan untuk-Nya karena Dia sejatinya tanpa identitas). Agama menjadi konflik karena agama di lembagakan, di formalkan, di institusikan sehingga konsepsi ber-Tuhan hilang oleh legalitas-legalitas formal sempit dan munafik. Akhir kata “SEMUA MANUSIA MEMILIKI AGAMA tapi TIDAK SEMUA MANUSIA MEMILIKI TUHANNYA”

  2. 16 Januari 2010 pukul 04:20

    betul itu, heheheee
    makasih atas kunjunannya bro ……..

  3. Wong Djawa Indonesia
    22 Oktober 2010 pukul 09:52

    Agamaku adalah kebaikan
    Amal ibadah adalah tindakan keseharianku dengan cara berpikir dan berbuat positif.
    KTPku saat ini Islam. Tapi sampai hari ini aku paling sulit untuk meng Islamkan Rohaniku.
    Mas Syam/sisableng.Saya Cocok dan matuk tenan sama komentarnya ANTHO,salam ya. TKS

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: