Beranda > Teruntuk Para Kiyai > Teruntuk Para Kiyai

Teruntuk Para Kiyai


Pohon padi tunduk berisi, tapi bagaimana dengan Kyai?
makin berisi makin menjadi-jadi.

Mengaji… Mengaji… Teruslah mengaji!
Tapi apa yang terkaji, jika hati merasa suci.

Mengajar… Mengajar… Teruslah mengajar!
Tapi apa terpelajar, jika merasa paling benar.

Perintah… Perintah… Teruslah memerintah!
Tapi jangan hanya perintah, jika tak sudi buang sampah.

Singsingkan lengan baju, Jangan takut gamis ternoda.
Lepaskan terompah baru, berjalanlah tanpa mahkota.

:Surga di bawah telapak kaki, bukan dibesarnya kepala.

Camkan Itu!

  1. titik istiarti
    13 Januari 2010 pukul 07:47

    Hehe… setuju banget. Sekarang semakin banyak syeh di masyarakat…. ya begitulah kalau hanya ingin di pandang orang..

  2. 23 Januari 2010 pukul 04:04

    namun tak perlu kau bicara karena, saat suaramu terlontar maka apa bedanya kau dengannya,karena kebenaran bagiku tak bisa diukur hanya dengan perbandingan dan saling kecam,apalagi mengaku dirinya benar,sory so afwan salam……..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: