Arsip

Archive for the ‘Penjelasan Wejangan Serat Wirid Hidayat Jati’ Category

Penjelasan Wejangan Serat Wirid Hidayat Jati

14 Februari 2010 38 komentar

Penjelasan Wejangan Serat Wirid Hidayat Jati

Kang Boed

Wejangan ke-1 Ananing Dzat

Sajatine ora ana apa-apa awit duk maksih awang-uwung durung ana sawiji-wiji, kang ana dhingin Ingsun, sajatine kang maha suci anglimputi ing sipat Ingsun, anartaning asman Ingsun, amratandhani ing apngalIngsun. (Sesungguhnya tidak ada apa-apa karena pada waktu masih dalam keadaan kosong, belum ada sesuatupun, yang ada hanyalah Aku. Tidak ada tuhan selain Aku. Aku adalah hakikat Zat yang Maha Suci yang meliputi sifat-Ku, yang menyertai Nama-Ku, dan yang menandai perbuatanKu.).

Penjelasan;

Yang menyatakan sebagai Dzat yang Maha Suci ialah hidup kita pribadirupa kita pribadi diliputi warna Dzat yang Elok, menyertai nama ialah nama kita pribadi yang diakui sebagai Dzat yang Kuasa, sebagai tandanya tingkah laku kita pribadi mencerminkan perbuatan Dzat yang Sempurna. dengan bertambahnya rahsa Dzat yang Agung, semua sifat ialah

Dzat mempunyai sifat seperti gula dan manisnya (tak dapat dipisahkan), sifat menyertai nama seperti matahari dan sinarnya (tak dapat dibedakan), nama menandai perbuatan seperti cermin dan bayangannya (perbuatan selalu mengikuti), sedang perbuatan menjadi wahana Dzat seperti samudera dan ombaknya.

Wejangan ke-2 Wahananing Dzat (Tempat Zat)

Sajatine Ingsun dat kang amurba amisesa kang kawasa anitahake sawiji-wiji, dadi sanalika, sampurna saka kodrat Ingsun, ing kono wus kanyatan pratandhaning apngal Ingsun kang minangka bebukaning iradat Ingsun, kang dhingin Ingsun anitahake kayu aran sajaratulyakin tumuwuh ing sajroning alam ngadam makdum ajali abadi. Nuli cahya aran nur muhammad, nuli kaca aran mirhatulkayai, nuli nyawa aran roh ilapi, nuli damar aran kandil, nuli sesotya aran darah, nuli dhindhing jalal aran kijab. Iku kang minangka warananing kalarat Ingsun.

Sesungguhnya AKU adalah Dzat yang Maha Kuasa, yang berkuasa menciptakan segala sesuatu, jadi seketika, sempurna karena kodratKU, di situ telah nyata tanda perbuatanKU yang sebagai pembuka kehendakKU, yang pertama AKU menciptakan Kayu bernama Sajaratul yakin tumbuh di dalam alam adam makdum (hampa kosong) yang azali dan kekal abadi. Kemudian Cahaya bernama Nur Muhammad, berikutnya Kaca bernama Mir’atul haya’i, selanjutnya Nyawa bernama Roh Idhofi, pelita bernama ‘Kandil’, Permata (sesotya) bernama Dharrah, lalu dinding pembatas bernama Hijab. yang menjadi sekat penampakan-Ku.
Baca selanjutnya…