Arsip

Posts Tagged ‘Puisi’

Iman yang Titik-titik …

16 Januari 2011 3 komentar

Yang Islam belum tentu beriman
Yang beriman kebanyakan membisu
Yang disanjung biasanya culas
Yang tidak culas biasanya di cuekin

Yang istiqomah tak berduit
Yang berduit hobinya main kuntit

Yang faham agama tak mau berjihad
Yang mau berjihad tak faham agama
Yang berilmu luas tak pernah punya waktu
Yang punya waktu berilmu terbatas
Yang berjalan penuh kedengkian di Agungkan
Yang penuh kasih sayang dipinggirkan
Dulu Muawiyah berkuasa
Lalu diruntuhkan Abbasyiah
Khalifah dihancurkan Dinasti
Dinasti diluluhkan Kesultanan
Kesultanan dihuni penjilat kekuasaan
Musuh dalam selimut menggulung di tengah malam
Islam digadaikan demi harta dan keturunan
Iman diletakkan di pojok Masjid yang gelap
Yang mencerai berai disanjung dipuja
Yang mempertahankan keimanan dimusuhi
Kemunafiqan dan kesombongan dihormati
Yang menjaga Al-Qur’an dan Sunnah dijauhi Baca selanjutnya…

Iklan

Muhammad kan hamba yaa Rabby

14 Desember 2009 Tinggalkan komentar

muhammadkan hamba ya rabbi
di setiap tarikan napas dan langkah kaki
tak ada dambaan yang lebih sempurna lagi
di ufuk jauh kerinduan hamba muhammad berdiri

muhammadkan ya rabbi hamba yang hina dina
seperti siang malammu yang patuh dan setia
seperti bumi dan matahari yang bekerja sama
menjalankan tugasnya dengan amat terpelihara

sebagai adam hamba lahir dari gua garba ibunda
engkau tuturkan pengetahuan tentang benda-benda
hamba meniti alif-ba-ta makrifat pertama
mengawali perjuangan untuk menjadi mulia

ya rabbi engkau tiupkan ruh ke dalam nuh hamba
dengan perahu di padang pasir yang mensamudera
hamba menangis oleh pengingkaran amat dahsyatnya
dan bersujud di bawah bukti kebenaranmu yang nyata

sesudah berulangkali bangun dan terbanting
merenungi dan mencarilah hamba sebagai ibrahim
menatapi laut, bulan, bintang dan matahari
sampai gamblang bagi hamba allah yang sejati

jadilah hamba pemuda pengangkat kapak
menghancurkan berhala sampai luluh lantak
hamba lawan jika pun fir’aun sepuluh jumlahnya
karena api sejuk membungkus badan hamba
Baca selanjutnya…

Sya’ir Cinta Rumi

5 Desember 2009 Tinggalkan komentar

Cinta mengubah kepahitan menjadi manis

tanah dan tembaga menjadi emas

yang keruh menjadi jernih

si pesakitan menjadi sembuh

penjara menjadi taman

derita menjadi nikmat

kekerasan menjadi kasih sayang


Cintalah yang telah melunakkan besi

mencairkan batu

membangkitkan yang mati

meniupkan kehidupan pada jasad tak bernyawa

mengangkat hamba menjadi sang majikan

.

Baca selanjutnya…

Aku kah Tuhan?

28 November 2009 2 komentar

benarkah aku untuk-Mu
beribadah untuk Kamu
berderma demi Engkau
berjuang karena ikhlas padaMu

ah .. aku beribadah demi pahala
bukankah aku berharap surga
ah .. aku beribadah karena tak mau siksa
bukankah aku takut intipan neraka

aku berderma untuk Kamu?
bukan, tapi karena aku juga butuh balasan serupa
aku berderma demi kamu?
bukan, tapi karena aku berharap hartaku berlipat ganda

aku berjuang untuk Kamu?
bukan, tapi karena aku berharap ada juga yang menolongku
aku berjuang demi Kamu?
bukan, tapi hanya demi ambisi bahwa inilah eksistensiku
Baca selanjutnya…

Kosong

28 November 2009 Tinggalkan komentar

kosong

hampa

suwung

begitulah sebelum semesta tereja

tiada yang ada selain kosong

ada kosong

kosong ada

kini aku dekap kosong di mana ada

menyelimuti, meliputi

ke mana aku menatap,

aku mendapat kosong

delapan penjuru mata angin

menunjuk kosong

kosong di atas

kosong di bawah

di luar kosong

di dalam kosong

kanan kiri kosong

yang terjauh kosong

terdekat pun kosong

itu kosong, ini kosong

sana kosong, sini kosong

ke mana pun, aku memeluk kosong

di mana pun, aku dipeluk kosong

tapi kosong bukan ruang

karena ruang terbentuk setelah kosong

kosong bukan tanpa isi

karena seluruh isi menumpang kosong
Baca selanjutnya…

Dimana Tuhan?

28 November 2009 Tinggalkan komentar

Guru, di mana aku bisa bertemu Tuhanku?

di langit bershaf tujuh?

di altar penyembelihan hewan kurban itu?

di mihrab-mihrab masjid yang membatu?

pada bangunan kubus tua peninggalan Ibrahim kekasihMu?

atau pada padang makrifat yang membisu?

Guru, di mana aku bisa bertemu Tuhanku?

pada jamuan malam para pemuja tubuh?

pada pojok penderitaan kaumku?

atau pada jiwaku yang membeku?

pada ragaku yang membiru?

ke mana, di mana Guru?

Jawab Guru: *) Baca selanjutnya…

Setan menggugat

13 November 2009 Tinggalkan komentar

Akankah Aku (setan) Masuk Surga?

Aku adalah hamba yang berserah
Sejak awal penciptaan ku selalu pasrah
Ku ada dalam darah para pemarah
Dan aku menimbulkan amarah

Tak pernah terfikirkan hidup sebagai setan
Merasuk di jiwa manusia dalam kesesatan
Tapi itulah tugasku dari Tuhan
Sebagai godaan untuk insan.

Ah, andaikan aku boleh menggugat,
Kenapa aku di hukum berat
Hal Iblis yang bermaksiat
Lalu aku ikut terdamprat
Kakek Iblis memanglah laknat

Aku capek menggoda manusia
Andaikan di ijinkan ingin sejenak aku moksa
Tertidur di langit-langit dunia
Sambil memimpikan keindahan bidadari surga

Setelah ku jalankan perintah-Mu
Akankah aku masuk surga?